Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Beberapa hari terakhir, Amerika ramai diperbincangkan oleh masyarakat dunia. Hal tersebut terjadi lantaran Amerika sedang mengalami pesta politik untuk menunjuk presiden dan wakil presiden yang baru. Pada pemilihan presiden tahun ini, Joe Biden dan Donald Trump maju sebagai calon presiden. Donald Trump mencoba keperuntungan untuk mendaftarkan diri menjadi calon presiden kembali. Hanya dengan dua orang calon presiden AS, pemilu di Amerika Serikat berlangsung dengan sengit. Setiap kabar terbaru mengenai pemilu AS selalu ditunggu oleh warga dunia. Media sosial bahkan turut mengambil andil dalam pesta politik yang terjadi di AS. Banyak pengguna media sosial yang mengomentari pemilihan presiden dan wakil presiden di negara adidaya tersebut. Tidak hanya memberikan dukungan, pengguna media sosial juga mengkritik tindakan yang dilakukan oleh calon presiden Amerika ini.

Alasan yang Membuat Joe Biden Keluar Sebagai Pemenang Pemilu

Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Joe Biden di dunia politik bukanlah sosok yang baru. Setelah puluhan tahun memegang jabatan publik, Biden akhirnya meraih ambisinya menjadi seorang presiden Amerika Serikat. Kampanye yang dilakukan Biden tidak dapat diprediksi oleh siapa pun. Biden bersama dengan timnya memiliki cara yang patut untuk mereka lalui guna meraih kemenangan. Dalam kemenangan yang diraih Biden, ada beberapa alasan kuat yang membuat Biden layak keluar sebagai pemenang dan duduk menjadi presiden AS. Alasan pertama adalah kepercayaan masyarakat terhadap Biden dalam memerangi Covid-19. Dari jejak pendapat yang ada saat ini, tercatat bahwa masyarakat memiliki keyakinan yang tinggi kepada Biden guna memberantas Covid-19. Virus Corona telah berhasil memakan ratusan ribu korban jiwa. Pandemi virus Corona telah mengurangi kepopuleran seorang Trump dan kesempatan ini digunakan oleh Biden dalam mengalahkan Trump.

Dalam berkampanye, Biden juga berupaya untuk mengendalikan diri dalam berbicara. Dalam karir politiknya Biden dikenal sering melakukan kesalahan dalam berbicara. Kesalahan dalam berbicara menjadi alasan mengapa di tahun 1987 dan tahun 2008 ia kalah bersaing dalam pemilihan presiden. Meskipun masyarakat masih dapat menemukan kesalahan atas ucapan yang dilakukan oleh Biden, kesalahan ini tidak akan memberikan dampak bagi jangka panjang dan masih dapat ditolerir. Dalam berkampanye, Biden beserta dengan timnya melakukan dengan sangat sederhana. Mereka berusaha untuk bertindak tenang dalam mengatasi kecaman dari pihak lawan. Biden membiarkan Donald Trump untuk mengkhianati mulutnya sendiri. Pada akhirnya, langkah dan strategi yang dilakukan oleh Biden berbuah manis.

Kas kampanye yang dimiliki oleh Biden di awal tahun berjumlah sedikit dan kian menipis. Kondisi ini tentunya tidak akan memberikan keuntungan baginya jika dibandingkan dengan dana kampanye yang dimiliki oleh Trump. Meskipun demikian, Biden berhasil menghimpun dana ketika melakukan kampanye. Karena pemborosan yang dilakukan oleh Trump, dana yang dihimpun oleh Biden justru memiliki jumlah yang lebih besar. Dengan dana yang ada, Biden berupaya untuk mengubur kekuatan lawan di negara bagian kunci kemenangan. Meskipun demikian, Biden menganggap bahwa uang bukanlah hal segalanya. Yang terpenting adalah dengan mendorong pesan politik kepada warga dan menggunakan dana untuk kepentingan politik di wilayah yang sulit untuk dimenangkan.

Biden Siap Merangkul Para Pendukung Trump

Kemenangan Joe Biden

Pada pidato kemenangannya, Biden bersama dengan Kamala Harris menjelaskan akan mengupayakan keberasamaan. Tidak ada lagi perbedaan selepas pemilihan presiden berakhir. Biden juga menjelaskan kepada warga bahwa ia akan menyembuhkan luka akibat gesekan yang terjadi antara partai Republik dan partai Demokrat. Biden tidak menampik bahwa kemenangan yang ia raih akan menimbulkan kekecewaan dari pihak Trump. Meskipun begitu, ia berharap bahwa persaingan berhenti dan bersama-sama merajut persatuan. Tidak hanya itu, Biden juga menjelaskan bahwa pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan adalah permasalahan mengenai Covid-19. Ia berujar bahwa ia memiliki gambaran dalam memberantas Covid-19. Hal yang ia rancang tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Menurut sumber yang dekat dengan para pejabat Gedung Putih, para pendukung Trump dikabarkan mulai meninggalkan sang presiden dan pengusaha ini. Satu demi satu, para pendukung Trump tidak lagi memberikan dukungan kepadanya. Para pejabat ini tidak ingin di satu perahu yang sama dengan seseorang yang diprediksikan kalah bersaing melawan Biden. Alasan yang lainnya adalah karena Biden memberikan kejutan yang dapat mengungguli Trump di negara bagian Pennsylvania dan Georgia. Jika diperhatikan dengan seksama, kedua negara bagian tersebut digadang-gadang sebagai wilayah yang akan dimenangkan oleh Trump dan partai Republik. Kemenangan yang berbalik inilah yang membuat pendukung Trump menyerah dan tidak memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Trump akan keluar sebagai pemenang di pemilu tahun ini. Setelah selesai pemilu, para pendukung ini lebih peduli dengan apa yang akan dilanjutkan setelahnya daripada turut mengikuti kampanye yang dilakukan oleh Donald Trump.

Ketegangan Antara Perancis dengan Turki

Ketegangan Antara Perancis dengan Turki

Aksi keras dan protes yang dilayangkan oleh masyarakat muslim kepada presiden Perancis terus bermunculan. Menurut banyak pihak, Emmanuel Macron menyampaikan pendapat kepada masyarakat yang isinya tersirat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam. Banyak negara-negara Islam yang tidak setuju dengan pengakuan yang dilontarkan oleh sang presiden. Turki menjadi salah satu negara yang memberikan protes keras atas ulasan yang Macron sampaikan kepada khalayak umum. Masalah bermulai ketika seorang guru menggunakan kartun Nabi Muhammad ketika mengajar. Aksi yang dilakukannya mendapatkan protes yang sangat keras sehingga terjadi pembunuhan dimana kepala guru ini dipenggal dengan senjata tajam. Pembunuhan yang terjadi di Perancis ini membuat masalah menjadi pelik setelah Macron mengatakan bahwa karikatur Nabi Muhammad merupakan kebebasan dalam berpendapat.

Deklarasi Melawan Emmanuel Macron

Ketegangan Antara Perancis dengan Turki

Penilaian kebebasan berpendapat yang dicurahkan oleh Macron mendapatkan pertentangan dari banyak pihak. Aksi protes dan pertentangan keras berasal dari negara-negara Islam di dunia. Agama Islam sangat menghormati Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir umat Islam. Macron dinilai tidak mengenal Islam dengan baik sehingga mengeluarkan pendapat tanpa mengetahui seluk beluk Islam dengan baik. Agama Islam menjelaskan dengan amat jelas bahwa Nabi Muhammad tidak boleh digambarkan dengan bentuk apapun. Mereka yang menggambarkan Nabi Muhammad dengan sebuah kartun tidak mengerti dengan benar akan ajaran Islam dan tidak berhak untuk membuat kartun Nabi Muhammad. Umat Islam di dunia kian meradang akibat pendapat Macron yang menyebutkan bahwa pembunuhan yang dialami oleh seorang guru di Perancis digawangi oleh Islam.

Dari negara-negara Islam yang memberikan protes keras kepada Macron, Turki menjadi negara yang berseteru keras hingga saat ini. Turki bahkan mengecam untuk memboikot produk-produk asal Perancis. Erdogan yang merupakan presiden asal Turki berseteru dengan amat sengkit melawan Macron. Baru-baru ini, keduanya berseteru akibat perjuangan Perancis terhadap Islam radikal. Macron merasa bahwa presiden Erdogan mendeklarasikan kebencian terhadap pemerintahan Perancis. Erdogan menyerukan kepada negara muslim yang ada di dunia untuk memboikot segala macam jenis produk buatan Perancis atas ucapan sang presiden Perancis terhadap Islam. Macron mengatakan dengan amat jelas bahwa Islam merupakan agama yang mengalami krisis secara global. Akibat pernyataannya tersebut, Erdogan meminta presiden Perancis untuk melakukan perawatan mental akibat pandangannya terhadap Islam.

Ketegangan semakin memanas akibat Macron, masyarakat Perancis dan pejabat tinggi memperbaharui dukungan guna menampilkan kartun atau gambar Nabi Muhammad. Kondisi ini tentunya semakin menyinggung negara Islam karena hal-hal yang Perancis lakukan sering kali mencampuradukan kekerasan dengan Islam. Turki akan menanggapi hal ini dengan amat keras jika Perancis tak kunjung menarik kebebasan warganya untuk melukis atau menggambar sosok Nabi Muhammad. Dibandingkan dengan negara Islam lainnya, Turki menjadi negara Islam yang sangat keras menentang komentar presiden Perancis, Emmanuel Macron. Kemarahan Turki semakin bertambah akibat munculnya karikatur presiden Turki yang nampak provokatif. Karikatur yang muncul dianggap tidak menghormati sosok presiden Turki.

Menolak Mengaku Melawan Islam

Deklarasi Melawan Emmanuel Macron

Dalam menghadapi aksi keras dari negara Islam di dunia, Macron menjelaskan bahwa dirinya tidak memerangi Islam melainkan berperang melawan separatisme Islam. Hal ini ia ungkapkan guna menanggapi sebuah artikel yang dirilis oleh Financial Times. Ia menilai bahwa artikel yang ditulis oleh surat kabar tersebut menyimpulkan hal yang salah. Sejak saat itu, kutipan yang dibuat oleh surat kabar ini resmi dihapus. Pada sebuah surat kabar lainnya, Macron menjelaskan bahwa surat kabar asal Inggris telah menuduh Macron menstigmatisasi para muslim Perancis yang bertujuan menumbuhkan rasa takut terhadap pemerintahan Perancis. Macron berujar bahwa negara Perancis dan pemerintahannya tidak melakukan hal rasis terhadap kaum muslim. Kecaman yang dilakukan oleh Macron dapat menimbulkan resiko yang cukup pelik dimana lingkungan tidak memberikan rasa aman dan bersahabat bagi warga muslim Perancis.

Sejak perseteruan antara Perancis dan Turki, Perancis mencetak karikatur atau gambar pemimpin Turki yang provokatif. Hal ini membuat pemerintah Turki semakin bertambah marah akibat tindakan Perancis yang mencela presiden Turki. Dengan boikot produk Perancis, Macron mengatakan bahwa ia memahami mengapa karikatur Nabi Muhammad dapat mengejutkan bagi beberapa orang. Meskipun demikian, Macron menjelaskan melalui surat kabar bahwa masih bermunculan aksi ekstremisme di Perancis. Di kawasan tertentu dan di dunia maya, kelompok yang memiliki kaitan dengan Islam radikal memberikan arahan kebencian terhadap negara. Kelompok ini bahkan mengajarkan kepada anak-anak untuk mengabaikan hukum di negaranya. Hal inilah yang sebenarnya diperjuangkan oleh pemerintahan Perancis. Negara Perancis tidak berusaha untuk memerangi Islam. Yang Perancis perangi adalah penipuan, ekstremisme kekerasan dan fanitisme. Hal-hal yang Perancis tentang bukanlah mengenai agama. Hingga kini, kedua negara masih nampak memanas akibat belum adanya titik temu untuk mengatasi masalah yang ada.

Mengenal Calon Wakil Presiden AS, Kamala Harris

Mengenal Calon Wakil Presiden AS, Kamala Harris

Sebagai negara adidaya di dunia, hal-hal yang berkaitan dengan Amerika selalu mendapatkan perhatian masyarakat dunia. Saat ini, informasi mengenai pemilhan presiden mendapatkan banyak perhatian. Tidak hanya menjadi berita dalam negeri yang populer, berita ini juga menjadi buah bidir oleh masyarakat dunia. Menurut informasi yang ada, ada dua calon presiden dan wakil presiden yang nantinya akan memimpin warga Amerika Serikat yakni Joe Biden dan Donald Trump. Selama persaiingan kedua calon pasangan presiden dan wakil presiden tersebut, banyak kabar yang bermunculan. Berita mengenai calon wakil presiden bahkan menjadi salah satu bahan pembicaraan yang menarik disimak oleh masyarakat Amerika dan dunia.

Kemenangan Kamala Harris menjadi Wakil Presiden AS

Mengenal Calon Wakil Presiden AS, Kamala Harris

Setelah melalui serangkaian persaingan yang ketat, Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump. Ia keluar sebagai pemenang dan bertugas sebagai seorang presiden Amerika Serikat yang ke-46 nantinya. Dalam mengenyam tugasnya memimpin Amerika, Biden ditemani oleh Kamala Harris. Ia merupakan wakil presiden AS yang akan memberikan bantuan kepada Biden ketika memimpin Amerika. Setelah kabar kemenangan Kamala Harris sebagai wakil presiden Amerika, banyak kabar yang bermunculan di tengah masyarakat saat ini. Kabar tersebut tentunya memiliki kaitan yang sangat erat dengan Kamala Harris. Usut punya usut, ibu dari seorang Kamala berasal dari India. Dengan kemenangan yang berhasil di raihnya, warga asal India pun turut merayakan kemenangan yang wanita ini.

Thulasendrapuram merupakan kota dimana kakek dari wakil presiden ini berasal. Kota yang dihuni oleh ± 8.000 penduduk ini menjadi lokasi perayaan kemenangan sang wakil presiden. Di desa ini, penduduk membagikan permen, menyampaikan doa, mengucapkan terima kasih dan memecah kerupuk sebagai bentuk syukur kemenangan atas wanita berparas manis ini. Setelah mendapatkan kabar kemenangan Kamala, penduduk di kota ini dengan antusias memanjatkan doa dan merayakan kemenangan yang berhasil di raihnya. Beberapa wanita India bahkan merias rumah mereka dengan menggunakan bubuk pewarna. Anak-anak dan orang tua di desa ini membawa foto Kamala dengan wajah penuh kebanggaan. Rona kegembiraan dan kebanggaan nampak dengan jelas di mata anak-anak dan orang tua yang berasal dari desa. Pada saat lonceng kuil berbunyi. para wanita akan menyembahkan permen kepada Dewa dan berdoa untuk memberikan perlindungan kepada keluarga Kamala yang sekarang ini bermukim di Amerika Serikat.

Perayaan yang diberlangsungkan d Thulasendrapuram merupakan bentuk kebanggaan yang dirasakan oleh penduduk sekitar. Perayaan ini juga menjadi ungkapan rasa bahagia mereka atas kemenangan yang diraih oleh Kamala Harris. Anngota dewan Thulasendrapuram bahkan berujar bahwa wanita India kini telah mengukir sejarah penting di Amerika. Ia menilai bahwa wanita yang berpolitik di Amerika tidak mudah dilakukan. Banyak hal yang harus ditempuh oleh para wanita yang ingin berkarir politik dinegara adidaya ini. Sejarah Amerika yang baru kini diisi oleh seorang wanita asal India. Ada banyak warga India yang yakin bahwa Kamala dapat memenangkan pertarungan melawan pesaingnya. Dengan kemenangan yang diraih oleh Kamala, wanita ini tercatat sebagai wakil presiden wanita pertama yang ada di Amerika Serikat.

Wakil Presiden yang Bangga Akan Darah India yang Dimilikinya

Kemenangan Kamala Harris

Tidak hanya dikenal sebagai politikus yang handal, Kamala Harris bangga terhadap darah India yang dimilikinya. Ia merupakan buah pasangan asal Jamaika dan India. Ia bahkan menjelaskan kepada khalayak umum akan arti nama India yang dimilikinya. Nama yang ia miliki memiliki makna bunga teratai. Bunga ini tumbuh dan berkembang di bawah air namum memiliki akar yang kuat ketika tertanam di dasar sungai. Pada saat ia masih muda, Kamala bersama dengan Maya yang merupakan saudara perempuannya dibesarkan di kawasan pemukian seniman berkulit hitam asal Amerika. Ayah sang wakil presiden sangat mencintai musik jazz. Beliau merupakan dosen ekonomi di Universitas Stanford. Sang ibu dan ayah kemudian berpisah ketika Kamala berusia lima tahun. Ia dididik dan dibesarkan oleh sang ibu . Sang ibu pada saat itu merupakan aktivis yang membela hak sipil dan merupakan seorang peneliti kanker.

Pada saat mendidik kedua anaknya, sang ibu memastikan bahwa anak-anaknya mengetahui asal muasal dan latar belakang mereka. Sang ibu mengetahui dengan pasti bahwa anak-anaknya tumbuh sebagai seorang gadis berkulit hitam. Sang ibu mendidik mereka bahwa mereka akan menjadi gadis dengan penuh percaya diri meskipun terlahir sebagai wanita berkulit hitam. Kamala tumbuh dengan budaya India tetapi menjalankan kehidupan seorang Afrika-Amerika dengan baik. Kamala menjadi wanita asal India yang berhasil menduduki posisi jaksa agung di California. Dengan darah India dan Jamaika yang dimilikinya, Kamala tidak bertengkar dengan identitas yang dimilikinya. Meskipun masih keturunan Asia, Kamala membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu menjadi tokoh penting di Amerika saat ini.

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang diperintah oleh seorang Raja. Berbeda dengan kerajaan lainnya, nama baik kerajaan Thailand sangat ketat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya undang-undang yang menerangkan bahwa mengkritik raja, ratu dan ahli warisnya akan dijatuhkan hukuman penjara. Karena itulah, penduduk Thailand tidak boleh memberikan kritik kepada anggota keluarga kerajaan. Jika diperhatikan dengan baik, kehidupan raja Thailand penuh dengan cerita. Maha Vajiralongkorn yang merupakan raja Thailand ini memiliki kehidupan percintaan yang amat komplek. Mulai dari keturunan yang tidak diakuinya hingga kisah perselingkuhan sang raja dengan seorang pilot pesawat yang kini menjadi selirnya. Kehidupan sang raja menjadi buah bibir di tengah masyarakat saat ini.

Fakta Demo di Thailand

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Jika biasanya demontrasi terjadi selama berhari-hari, demo di Thailand berlangsung dalam waktu yang cukup lama, yakni selama empat bulan. Kabar terbaru yang berkaitan dengan demo Thailand adalah ditangkapnya 20 orang pengunjuk rasa. Sembilan belas orang dari ke-20 pendemo tersebut telah dibebaskan dan hanya menyisahkan satu orang pendemo. Demo berlangsung panas sejak bulan Februari tahun 2020 ini. Para pengamat menyatakan bahwa pengunjuk rasa asal Thailand memiliki kemiripan dengan pengunjuk rasa asal Hong Kong. Ada kejadian dimana pendemo membuat sebuah plakat yang mengatakan bahwa negara merupakan milik rakyat. Plakat yang berasal dari para pendemo ini ditanamkan di sekitar Bangkok.

Pada saat berdemo, pengunjuk rasa menolak pemerintahan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha. Di tahun 2014, sang Perdana Menteri memimpin gerakan kudeta dan berhasil mempertahankan kekuasaan kerajaan. Kekuasaan kerajaan tersebut berada di bawah kekuatan militer dan berlangsung selama lima tahun. Pengunjuk rasa juga mengajukan sepuluh tuntutan, salah satunya adalah menghapus UU pencemaran nama baik guna melindungi keluarga kerajaan terhadap kritik. Undang-undang tersebut dianggap sebagai UU terkuat yang ada di dunia. Bagi pelanggar yang melanggar undang-undang, mereka akan dihukum dengan hukuman penjara setidaknya selama 15 tahun kurungan.

Rasa ketidakpuasaan penduduk terhadap pemerintahan telah terjadi sejak bulan Februari. Penguncian pandemi menyebabkan perekonomian di negara gajak ini mengalami penurunan yang drastis. Jarak antara kaum miskin dan orang kata kian nampak akibat penurunan perekonomian yang dilanda oleh Thailand. Di bulan Juni, Wanchalerm Satsaksit yang merupakan aktivis menghilang ketika sedang berada dalam pengasingan di Kamboja. Informasi mengenai hilangnya sang aktivis membuat garakan di Twitter memanas. Para aktivis lain memanfaatkan media sosial Twitter untuk meminta kejelasan informasi akan hilangnya sang aktivis terkemuka ini. Dengan kicauan yang terus-menerus, kampanye virtual ini kian melebar. Banyak gelombang protes yang bermunculan setelah banyaknya ciutan para pengguna Twitter.

Karena Meliput Demo, Pemerintah Thailand Memutuskan untuk Menutup Situs Berita

Demo di Thailand

Pada tanggal 20 Oktober lalu, pemerintah memerintahkan untuk menutup situs berita yang meliput demo anti pemerintah. Voice TV merupakan salah satu situs berita yang diselidiki oleh pemerintah. Situs berita yang dimiliki oleh sebuah keluarga bernama Thaksin ini diselidiki oleh pemerintah karena menyiarkan berita mengenai gerakan protes warga yang kala itu sedang berlangsung. Selain Voice TV, tiga situs berita lainnya yang ditutup oleh pemerintah Thailand adalah The Standard, The Reporters dan Prachatai. Prayut Chan-O-Cha yang merupakan Perdana Menteri Thailand mengemukakan bahwa keempat situs berita menyebarkan informasi palsu. Ia berkata bahwa kebebasan media merupakan hal penting namun ada situs berita yang menyebarkan berita palsu sehingga dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Eksekutif dari situs berita Voice TV membantah bahwa pemberitaan yang mereka buat tidak akan membahayakan keamanan nasional. Dalam sebelas tahun berkarir, situs berita ini selalu berkomitmen terhadap demokrasi. Situs berita juga menyediakan ruang dimana pendapat masyarakat diterima secara terbuka, bertanggung jawab dan transparansi berdasarkan dengan fakta. Voice TV akan terus melakukan siaran dan daring hingga mendapatkan perintah tertulis yang berasal dari pengadilan. Selama melakukan aksi protes, keempat situs berita yang dikabarkan akan ditutup oleh pemerintah menyiarkan rekaman atau pemberitaan secara langsung melalui platform Facebook. Hingga saat ini, pengadilan belum memberikan pengumuman apakah pengadilan akan menutup ketiga situs berita lainnya atau tidak.

Untuk menutup protes, polisi Thailand bahkan berencana untuk menutup Facebook miliki pendemo. Keputusan yang dilakukan oleh kepolisian Thailand berasal dari penilaian mereka bahwa informasi yang berasal dari Facebook pendemo dapat menjadi ancaman untuk keamanan nasional. Kepala polisi Thailand telah menandatangani surat perintah darurat yang berkaitan dengan penutupan akun Facebook. Keputusan darurat yang telah ditandatangani menunjukkan bahwa pihak yang berwenang melarang media menyebarkan berita yang dapat mengancam keamanan nasional. Keputusan ini dilakukan sejak demo terhadap pemerintah Thailand mulai menyebar di berbagai negara dunia. Aksi protes tidak hanya berasal dari warga Thailand tetapi juga berasal dari Menteri Keuangan Thailand, Thiracai Phuvanatnaranubala.

Kemenangan Joe Biden di Pemilu AS

Kemenangan Joe Biden di Pemilu AS

Selesai sudah persaingan antara Joe Biden dan Donald Trump. Sebelumnya, kedua kandidat ini bertarung untuk memperebutkan kursi kepresidenan. Tanggal 7 November 2020 menjadi tanggal yang sangat bersejarah bagi warga Amerika. Di tanggal ini, Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump dan resmi menjadi presidem AS yang ke-46. Kemenangan Biden menjadi tanda bahwa kepemimpinan Donald Trump berakhir. Seperti yang kita ketahui, Donald Trump sebelumnya bekerja di Gedung Putih dan merupakan presiden Amerika Serikat yang ke-45.

Resmi Menjadi Presiden Amerika Serikat yang Ke-46

Kemenangan Joe Biden di Pemilu AS

Kemenangan Biden terjadi setelah melalui beberapa hari tanpa kepastian. Pada saat itu, pejabat pemilihan melakukan penyaringan lonjakan suara yang mengakibatkan penundaan pemrosesan surat suara. Joe Biden sendiri meraih 284 electoral college dan melewati batas peraihan untuk memenangkan pemilihan presiden di Amerika Serikat. Dalam menghadapi Trump, Biden fokus pada penggalangan koalisi pemilih yang berpendapat bahwa Donald Trump merupakan sebuah ancaman eksistensial untuk demokrasi di Amerika. Langkah atau strategi yang dilakukan oleh Biden terbukti cukup akurat. Ia berhasil memenangkan suara di Wisconsin, Pennylvania dan negara bagian Michigan.

Donald Trump memanfaatkan waktu penundaan pemungutan surat suara yang terjadi di negara bagian tertentu untuk menuduh penipuan pemilih. Ia menuduh bahwa Biden yang merupakan saingannya berupaya merebut kekuasaan. Tuduhan ini dinilai merupakan tuduhan yang sangat luar biasa bagi seorang presiden yang masih duduk di kursi kekuasaannya dan dinilai melakukan upaya menabur keraguan mengenai dasar demokrasi. Ketika surat suara mulai dihitung, Joe Biden justru berupaya untuk meredakan ketegangan. Ia juga bertindak dan memproyeksikan sikap kepemimpinan seorang presiden. Tidak hanya itu, Biden juga mencapai persatuan yang bertujuan mendinginkan suhu di Amerika Serikat yang terpecah belah dan memanas.

Selama berkampanye dan keluar sebagai kandidat dari partai Demokrat, Biden mendapatkan bersaingan yang cukup ketat. Kala itu ia harus bersaing dengan Elizabeth Warren dan Bernie Sanders. Kedua pesaing ini melakukan kampanye dengan sangat baik dan terorganisir. Dana kampanye yang dibutuhkan oleh kedua pesaing Biden bahkan tercukupi dengan baik. Meskipun mendapatkan banyak tekanan, Biden bersikukuh untuk memanfaatkan strategi sentris. Biden menolak mendukung biaya pendidikan gratis di perguruan tinggi, pajak kekayaan dan perawatan kesehatan universal. Dengan pandangannya ini, Biden mencoba untuk menarik perhatian dari kaum moderat. Cara ini juga dipercaya tidak akan memberikan pengaruh kepada partai Republik selama ia melakukan kampanye pemilu. Strategi yang ia pikirkan tercermin pada pemilihan Kamala Harris sebagai wakil presidennya.

Dalam melakukan kampanye, Biden melakukannya dengan amat sederhana. Dari awal tahun, dana kampanye yang dimiliki oleh Biden menipis.  Sejak bulan April, Biden melakukan penggalangan dana untuk melakukan kampanye. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Donald Trump. Ia tak segan melakukan kampanye yang dinilai boros oleh beberapa pengamat. Dana yang berhasil dikumpulkan oleh Biden digunakan untuk berkampanye di tengah pandemi virus Corona saat ini.

Wakil Presiden Asal Asia

Kemenangan Joe Biden

Dalam memimpin Amerika kelak, Joe Biden akan didampingi oleh seorang wakil presiden wanita bernama Kamala Harris. Di dalam sejarah Amerika, Kamala merupakan wakil presiden berkulit berwarna yang pertama. Sebelum menjadi wakil presiden AS, Kamala merupakan seorang senator di California. Tidak hanya itu, Kamala merupakan keturunan Asia Selatan dimana ibunya berasal dari India. Kelak ia akan menjadi wanita yang memiliki pangkat tinggi dan bertugas di pemerintahan. Selama berkampanye, Kamala mengaku bukan seorang miliarder. Ia bahkan tak mampu untuk membiayai kampanyenya sendiri. Selama berkampanye, Kamala melakukan penggalangan dana di berbagai kota. Meskipun bukan seorang miliarder, Kamala tergolong sebagai seorang jutawan. Hal tersebut dibuktikan oleh jumlah kekayaan yang dimilikinya.

Kamala Harris merupakan wakil presiden yang berasal dari partai Demokrat. Jumlah kekayaan yang dimilikinya hampir mencapai 10 juta dollar AS. Setelah luluas sekolah hukum pada tahun 1989, Kamala Harris mencoba keperuntungannya dengan bekerja di kantor kejaksaan yang berada di Califormia. Tahun 2003, Kamala menjadi seorang jaksa di San Francisco. Selama bekerja sebagai seorang jaksa, Kamala mengantungi pendapatan sebesar USD 140.000 pertahunnya. Jumlah pendapatan tersebut bertambah menjadi USD 260.000 untuk pertahunnya. Kamala kemudian memutuskan untuk pensiun. Uang pensiun yang ia dapatkan pertahunnya adalah USD 250.000.

Di tahun 2017, Kamala memutuskan untuk menjadi seorang senator. Saat itu, pendapatan yang ia raih selama tahunnya adalah  USD 150.000. Tidak hanya itu, Kamala juga pernah menerbitkan tiga buah buku dan mendapatkan uang muka senimai USD 556.000. Tahun 2014 menjadi tahun dimana Kamala bertemu dengan sang suami, Douglas Emhoff. Keduanya menikah dan membangun tiga rumah di Los Angeles, Washington dan San Francisco bersama-sama. Tiga bangunan tersebut bernilai USD 5,8 juta.