Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Beberapa hari terakhir, Amerika ramai diperbincangkan oleh masyarakat dunia. Hal tersebut terjadi lantaran Amerika sedang mengalami pesta politik untuk menunjuk presiden dan wakil presiden yang baru. Pada pemilihan presiden tahun ini, Joe Biden dan Donald Trump maju sebagai calon presiden. Donald Trump mencoba keperuntungan untuk mendaftarkan diri menjadi calon presiden kembali. Hanya dengan dua orang calon presiden AS, pemilu di Amerika Serikat berlangsung dengan sengit. Setiap kabar terbaru mengenai pemilu AS selalu ditunggu oleh warga dunia. Media sosial bahkan turut mengambil andil dalam pesta politik yang terjadi di AS. Banyak pengguna media sosial yang mengomentari pemilihan presiden dan wakil presiden di negara adidaya tersebut. Tidak hanya memberikan dukungan, pengguna media sosial juga mengkritik tindakan yang dilakukan oleh calon presiden Amerika ini.

Alasan yang Membuat Joe Biden Keluar Sebagai Pemenang Pemilu

Kemenangan Joe Biden pada Pemilu AS

Joe Biden di dunia politik bukanlah sosok yang baru. Setelah puluhan tahun memegang jabatan publik, Biden akhirnya meraih ambisinya menjadi seorang presiden Amerika Serikat. Kampanye yang dilakukan Biden tidak dapat diprediksi oleh siapa pun. Biden bersama dengan timnya memiliki cara yang patut untuk mereka lalui guna meraih kemenangan. Dalam kemenangan yang diraih Biden, ada beberapa alasan kuat yang membuat Biden layak keluar sebagai pemenang dan duduk menjadi presiden AS. Alasan pertama adalah kepercayaan masyarakat terhadap Biden dalam memerangi Covid-19. Dari jejak pendapat yang ada saat ini, tercatat bahwa masyarakat memiliki keyakinan yang tinggi kepada Biden guna memberantas Covid-19. Virus Corona telah berhasil memakan ratusan ribu korban jiwa. Pandemi virus Corona telah mengurangi kepopuleran seorang Trump dan kesempatan ini digunakan oleh Biden dalam mengalahkan Trump.

Dalam berkampanye, Biden juga berupaya untuk mengendalikan diri dalam berbicara. Dalam karir politiknya Biden dikenal sering melakukan kesalahan dalam berbicara. Kesalahan dalam berbicara menjadi alasan mengapa di tahun 1987 dan tahun 2008 ia kalah bersaing dalam pemilihan presiden. Meskipun masyarakat masih dapat menemukan kesalahan atas ucapan yang dilakukan oleh Biden, kesalahan ini tidak akan memberikan dampak bagi jangka panjang dan masih dapat ditolerir. Dalam berkampanye, Biden beserta dengan timnya melakukan dengan sangat sederhana. Mereka berusaha untuk bertindak tenang dalam mengatasi kecaman dari pihak lawan. Biden membiarkan Donald Trump untuk mengkhianati mulutnya sendiri. Pada akhirnya, langkah dan strategi yang dilakukan oleh Biden berbuah manis.

Kas kampanye yang dimiliki oleh Biden di awal tahun berjumlah sedikit dan kian menipis. Kondisi ini tentunya tidak akan memberikan keuntungan baginya jika dibandingkan dengan dana kampanye yang dimiliki oleh Trump. Meskipun demikian, Biden berhasil menghimpun dana ketika melakukan kampanye. Karena pemborosan yang dilakukan oleh Trump, dana yang dihimpun oleh Biden justru memiliki jumlah yang lebih besar. Dengan dana yang ada, Biden berupaya untuk mengubur kekuatan lawan di negara bagian kunci kemenangan. Meskipun demikian, Biden menganggap bahwa uang bukanlah hal segalanya. Yang terpenting adalah dengan mendorong pesan politik kepada warga dan menggunakan dana untuk kepentingan politik di wilayah yang sulit untuk dimenangkan.

Biden Siap Merangkul Para Pendukung Trump

Kemenangan Joe Biden

Pada pidato kemenangannya, Biden bersama dengan Kamala Harris menjelaskan akan mengupayakan keberasamaan. Tidak ada lagi perbedaan selepas pemilihan presiden berakhir. Biden juga menjelaskan kepada warga bahwa ia akan menyembuhkan luka akibat gesekan yang terjadi antara partai Republik dan partai Demokrat. Biden tidak menampik bahwa kemenangan yang ia raih akan menimbulkan kekecewaan dari pihak Trump. Meskipun begitu, ia berharap bahwa persaingan berhenti dan bersama-sama merajut persatuan. Tidak hanya itu, Biden juga menjelaskan bahwa pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan adalah permasalahan mengenai Covid-19. Ia berujar bahwa ia memiliki gambaran dalam memberantas Covid-19. Hal yang ia rancang tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Menurut sumber yang dekat dengan para pejabat Gedung Putih, para pendukung Trump dikabarkan mulai meninggalkan sang presiden dan pengusaha ini. Satu demi satu, para pendukung Trump tidak lagi memberikan dukungan kepadanya. Para pejabat ini tidak ingin di satu perahu yang sama dengan seseorang yang diprediksikan kalah bersaing melawan Biden. Alasan yang lainnya adalah karena Biden memberikan kejutan yang dapat mengungguli Trump di negara bagian Pennsylvania dan Georgia. Jika diperhatikan dengan seksama, kedua negara bagian tersebut digadang-gadang sebagai wilayah yang akan dimenangkan oleh Trump dan partai Republik. Kemenangan yang berbalik inilah yang membuat pendukung Trump menyerah dan tidak memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Trump akan keluar sebagai pemenang di pemilu tahun ini. Setelah selesai pemilu, para pendukung ini lebih peduli dengan apa yang akan dilanjutkan setelahnya daripada turut mengikuti kampanye yang dilakukan oleh Donald Trump.