live

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang diperintah oleh seorang Raja. Berbeda dengan kerajaan lainnya, nama baik kerajaan Thailand sangat ketat. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya undang-undang yang menerangkan bahwa mengkritik raja, ratu dan ahli warisnya akan dijatuhkan hukuman penjara. Karena itulah, penduduk Thailand tidak boleh memberikan kritik kepada anggota keluarga kerajaan. Jika diperhatikan dengan baik, kehidupan raja Thailand penuh dengan cerita. Maha Vajiralongkorn yang merupakan raja Thailand ini memiliki kehidupan percintaan yang amat komplek. Mulai dari keturunan yang tidak diakuinya hingga kisah perselingkuhan sang raja dengan seorang pilot pesawat yang kini menjadi selirnya. Kehidupan sang raja menjadi buah bibir di tengah masyarakat saat ini.

Fakta Demo di Thailand

Demo Besar yang Dihadapi oleh Thailand

Jika biasanya demontrasi terjadi selama berhari-hari, demo di Thailand berlangsung dalam waktu yang cukup lama, yakni selama empat bulan. Kabar terbaru yang berkaitan dengan demo Thailand adalah ditangkapnya 20 orang pengunjuk rasa. Sembilan belas orang dari ke-20 pendemo tersebut telah dibebaskan dan hanya menyisahkan satu orang pendemo. Demo berlangsung panas sejak bulan Februari tahun 2020 ini. Para pengamat menyatakan bahwa pengunjuk rasa asal Thailand memiliki kemiripan dengan pengunjuk rasa asal Hong Kong. Ada kejadian dimana pendemo membuat sebuah plakat yang mengatakan bahwa negara merupakan milik rakyat. Plakat yang berasal dari para pendemo ini ditanamkan di sekitar Bangkok.

Pada saat berdemo, pengunjuk rasa menolak pemerintahan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha. Di tahun 2014, sang Perdana Menteri memimpin gerakan kudeta dan berhasil mempertahankan kekuasaan kerajaan. Kekuasaan kerajaan tersebut berada di bawah kekuatan militer dan berlangsung selama lima tahun. Pengunjuk rasa juga mengajukan sepuluh tuntutan, salah satunya adalah menghapus UU pencemaran nama baik guna melindungi keluarga kerajaan terhadap kritik. Undang-undang tersebut dianggap sebagai UU terkuat yang ada di dunia. Bagi pelanggar yang melanggar undang-undang, mereka akan dihukum dengan hukuman penjara setidaknya selama 15 tahun kurungan.

Rasa ketidakpuasaan penduduk terhadap pemerintahan telah terjadi sejak bulan Februari. Penguncian pandemi menyebabkan perekonomian di negara gajak ini mengalami penurunan yang drastis. Jarak antara kaum miskin dan orang kata kian nampak akibat penurunan perekonomian yang dilanda oleh Thailand. Di bulan Juni, Wanchalerm Satsaksit yang merupakan aktivis menghilang ketika sedang berada dalam pengasingan di Kamboja. Informasi mengenai hilangnya sang aktivis membuat garakan di Twitter memanas. Para aktivis lain memanfaatkan media sosial Twitter untuk meminta kejelasan informasi akan hilangnya sang aktivis terkemuka ini. Dengan kicauan yang terus-menerus, kampanye virtual ini kian melebar. Banyak gelombang protes yang bermunculan setelah banyaknya ciutan para pengguna Twitter.

Karena Meliput Demo, Pemerintah Thailand Memutuskan untuk Menutup Situs Berita

Demo di Thailand

Pada tanggal 20 Oktober lalu, pemerintah memerintahkan untuk menutup situs berita yang meliput demo anti pemerintah. Voice TV merupakan salah satu situs berita yang diselidiki oleh pemerintah. Situs berita yang dimiliki oleh sebuah keluarga bernama Thaksin ini diselidiki oleh pemerintah karena menyiarkan berita mengenai gerakan protes warga yang kala itu sedang berlangsung. Selain Voice TV, tiga situs berita lainnya yang ditutup oleh pemerintah Thailand adalah The Standard, The Reporters dan Prachatai. Prayut Chan-O-Cha yang merupakan Perdana Menteri Thailand mengemukakan bahwa keempat situs berita menyebarkan informasi palsu. Ia berkata bahwa kebebasan media merupakan hal penting namun ada situs berita yang menyebarkan berita palsu sehingga dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Eksekutif dari situs berita Voice TV membantah bahwa pemberitaan yang mereka buat tidak akan membahayakan keamanan nasional. Dalam sebelas tahun berkarir, situs berita ini selalu berkomitmen terhadap demokrasi. Situs berita juga menyediakan ruang dimana pendapat masyarakat diterima secara terbuka, bertanggung jawab dan transparansi berdasarkan dengan fakta. Voice TV akan terus melakukan siaran dan daring hingga mendapatkan perintah tertulis yang berasal dari pengadilan. Selama melakukan aksi protes, keempat situs berita yang dikabarkan akan ditutup oleh pemerintah menyiarkan rekaman atau pemberitaan secara langsung melalui platform Facebook. Hingga saat ini, pengadilan belum memberikan pengumuman apakah pengadilan akan menutup ketiga situs berita lainnya atau tidak.

Untuk menutup protes, polisi Thailand bahkan berencana untuk menutup Facebook miliki pendemo. Keputusan yang dilakukan oleh kepolisian Thailand berasal dari penilaian mereka bahwa informasi yang berasal dari Facebook pendemo dapat menjadi ancaman untuk keamanan nasional. Kepala polisi Thailand telah menandatangani surat perintah darurat yang berkaitan dengan penutupan akun Facebook. Keputusan darurat yang telah ditandatangani menunjukkan bahwa pihak yang berwenang melarang media menyebarkan berita yang dapat mengancam keamanan nasional. Keputusan ini dilakukan sejak demo terhadap pemerintah Thailand mulai menyebar di berbagai negara dunia. Aksi protes tidak hanya berasal dari warga Thailand tetapi juga berasal dari Menteri Keuangan Thailand, Thiracai Phuvanatnaranubala.